Actions

Work Header

Just Friends

Work Text:

Siang itu, Sawamura memilih untuk menghabiskan akhir pekannya dengan bermain bersama teman-temannya dari klub baseball di sekolahnya, Haruichi, Furuya, Kanemaru dan Tojou. Mereka memilih untuk menonton salah satu film horror yang baru saja rilis di bioskop, walaupun sepanjang film lebih banyak teriakan dari Sawamura dan Kanemaru, lalu ada Tojou dan Haruichi yang harus menahan malu dan Furuya yang tertidur dengan alasan pendingin ruangan di studio itu membuatnya mengantuk.

“Besok-besok kita nonton film yang lain aja, ngapain kita buang-buang uang 50 ribu cuma buat dengerin Kanemaru teriak-teriak?” ujar Sawamura sambil melipat kedua tangannya di depan dada.

“HEH! Lo juga tadi teriak-teriak sambil narik tangannya Haruichi! Jangan lempar batu sembunyi tangan dong!”

“Tapi kan gue teriaknya cuma bentar?”

“Tapi sama aja!!”

“Coba aja tanya sama Furuya, siapa yang teriaknya paling banyak tadi? Ayo jujur! Kalo bohong nanti gak akan aku temenin main mario kart lagi!”

“…Gue gatau siapa yang teriak paling banyak”

“Gimana mau tau orang Furuya aja tadi ketiduran” Haruichi yang mulai jengah melihat pertengkaran kedua temannya akhirnya membuka suaranya. Karena itu juga akhirnya Kanemaru dan Sawamura akhirnya menyudahi debat (tidak penting) tersebut.

“Eh, liat deh itu kak Miyuki sama kak Kura—”

Tojou belum selesai menyelesaikan kalimatnya tapi Sawamura sudah berlari terlebih dahulu menghampiri kedua sosok yang mereka yakini sebagai kedua senior mereka di sekolah.

“MIYUKIIII KAZUYAAAAA” teriak Sawamura sambil melingkarkan lengan kirinya di bahu bidang milik lelaki berkacamata tersebut. Sementara yang dirangkul sepertinya juga sudah tidak kaget dengan suara teriakan khas dari adik kelasnya, maka dari itu ia tidak menghindar justru malah tertawa sambil mengacak rambut Sawamura.

Keempat temannya hanya bisa menghela nafas karena ini bukan kali pertama mereka melihat sahabatnya itu overexcited setiap bertemu dengan catcher (yang katanya) paling jago di sekolah mereka itu.

“Oi Sawamura, jangan teriak teriak gitu! Berisik tau gak?” Kuramochi segera memberikan pukulan pelan pada kepala yang lebih muda dan membuat Sawamura melepas rangkulannya pada bahu Miyuki.

“Kenapa sih seneng banget main kasar? Lo senengnya yang kasar-kasar gitu yah kak?” tanya Sawamura sambil mendelik ke arah Kuramochi, entah sadar atau tidak tapi pertanyaan yang barusan ia lontarkan terdengar ambigu dan membuat Haruichi menutup mulut sahabatnya itu sebelum emosi Kuramochi kembali terpancing.

“Kalian abis ngapain? Mau nonton film?” tanya Miyuki sambil melihat kelima adik kelasnya itu. Sebenarnya basa basi aja sih, soalnya Miyuki tau pasti mereka semua sudah selesai menonton film melihat ada bucket popcorn yang setengah terisi di tangan Kanemaru dan gelas softdrink (yang sepertinya sudah kosong) di tangan Furuya dan Tojou.

 “Kita barusan udah selesai nonton kak, paling abis ini mau makan siang sih. Kalo lo sendiri sama kak Kuramochi abis ngapain? Beli glove baru?” Tanya Furuya sambil menunjuk paperbag dari salah satu toko olahraga yang dibawa oleh Kuramochi.

“Gak beli glove sih, gue beli kaos kaki doang tadi sama liat liat sepatu bentar. Oiya, kalo mau makan siang bareng aja yuk! Gue sama Miyuki juga laper ini, mau makan dulu baru balik ke asrama.

Akhirnya mereka bertujuh memilih untuk makan di salah satu restoran cepat saji yang menyediakan burger. Mereka menghabiskan makan siangnya sambil membicarakan film yang tadi sempat ditonton oleh kelima anak kelas satu tersebut dan sesekali juga membahas beberapa permainan baseball yang mereka tonton hari jumat yang lalu.

“IYA IYA, terus kalian kemaren nyadar gak sih waktu Raichi lawan kak Amahisa? KEREN BANGET! Pas dia ngayunin bat sebelum mukul bolanya tuh kaya ada suaranya whoosh abis itu dia langsung lari bisa sampe ke base kedua! Padahal kan dia masih kelas satu yah, tapi kok bisa kaya gitu?”

“Ya bisa kaya gitu, soalnya Raichi kalo makan gak belepotan kaya gini.” ujar Miyuki sambil mengelap sisa saus yang tertinggal di pinggir bibir Sawamura dengan jemarinya, kemudian dengan santainya lelaki berkacamata tersebut memilih untuk menjilat saus itu daripada membersihkannya dengan tisu.

Untung saja saat itu Kanemaru tidak jadi mengunyah burgernya, karena kalau iya pasti sekarang ia sudah tersedak. Belum lagi Tojou yang membulatkan kedua matanya, dan Furuya sengaja menyedot soft drinknya dengan kencang.

“BISA GAK JANGAN KAYA GITU DI TEMPAT UMUM?!” Kuramochi menutup wajahnya dengan kedua tangannya sembari menyenderkan tubuhnya ke kursi, sudah lelah melihat reka adegan ftv yang dilakonkan oleh kedua rekan setimnya.

“Eh, Eijun kenapa mukanya merah? Kepanasan? Apa Kepedesan? Mau tukeran burgernya sama punyaku?” tanya Haruichi sambil menyodorkan burgernya ke arah Sawamura.

“Hah? Merah? Enggak kali? HAHAHAHA YUK MAKANNYA CEPETAN YUK NANTI KEBURU SORE!” Miyuki hanya tersenyum melihat kelakuan dari Sawamura yang lebih cocok seperti orang yang baru saja tertangkap basah menyontek jawaban ujian temannya.

Kalau ini namanya bukan salah tingkah, trus apa dong?