Actions

Work Header

carnation

Work Text:

“Hei, Hanzo, kau tahu, tidak?” Hanzo mengangkat wajahnya dari laptop di hadapannya, menoleh ke samping tanpa tersentak meskipun Hanabi melempar tasnya begitu saja dan menggebrak meja penuh emosi. Hanzo menebak yang Hanabi maksud adalah Hayabusa dan Kagura. Entah ia harus merasa seperti apa, Hanzo menyadari topik obrolan dirinya dengan Hanabi selama 5 tahun kebanyakan mengenai sepupunya dan teman masa kecil sepupunya itu. 

Yah, Hanzo juga bersyukur sih, karena mereka berdua pula Hanabi memulai pembicaraan dengannya–walau hanya sekedar mengeluh soal Hayabusa dan Kagura—yang akhirnya berlangsung selama 5 tahun lebih. 

Tanpa menunggu respon Hanzo, Hanabi melanjutkan kata-katanya seraya menempelkan wajahnya ke permukaan meja. “Hayabusa dan Kagura—” Tuh, ‘kan. “Mereka berpacaran.” 

Kini Hanzo memberikan seluruh atensinya kepada Hanabi—oh, apa yang tidak akan Hanzo berikan untuknya. Tugasnya terlupakan, Hanzo fokus mendengarkan Hanabi—merasa waswas kalau-kalau suara gadis itu menjadi serak dan tangisannya pecah. 

Hanzo tentu saja mengetahui perasaan Hanabi terhadap sepupunya itu, kalau tidak, bagaimana bisa persahabatan (?) antara mereka berdua ini dapat terus terjalin selama 5 tahun lamanya? Selama itu pula Hanzo memendam perasaannya, hanya mendengar keluh gadis itu dan diam-diam berharap suatu saat Hanabi akan melupakan perasaannya terhadap Hayabusa. 

Serius, deh, sebenarnya apa yang kurang darinya sampai-sampai Hanabi tidak meliriknya sedikit pun? Kepala keluarga dari keluarga Akakage yang ternama dan akan menjadi CEO Akakage Corp tak lama lagi, ia juga tampan dan cukup tinggi, Hanzo juga cukup menyukai interaksinya dengan Hanabi selama ini; saling melempar ejekan tetapi juga ada untuk satu sama lain, menurutnya Hanabi juga menyukai interaksi mereka ini. Apapun yang Hanabi inginkan akan Hanzo pastikan terpenuhi. Jadi mengapa Hanabi masih saja menaruh hati pada Hayabusa yang jelas-jelas memperlakukannya hanya sebagai teman? 

“Sejujurnya aku sudah tahu dari awal, persisnya semenjak aku bertemu Kagura, kemungkinan perasaanku berbalas hampir tidak ada.” Hanzo tidak tahu bagaimana ekspresi Hanabi saat ini dan ia sungguh merasa khawatir. Setidaknya suara Hanabi terdengar stabil tanpa tremor jadi Hanzo harap ia tidak menangis. “Tahu, tidak? Aku tidak merasa sesedih itu.” 

Apa maksudnya? Apakah Hanzo harus menganggapnya sebagai pertanda bagus atau buruk? 

Hanabi tertawa kecil. “Kukira aku akan merasa kecewa, menangis atau juga marah terhadap Kagura. Bagaimana ya, rasanya biasa-biasa saja? Aku turut senang untuk mereka berdua, kurasa.” 

Oke, Hanzo benar-benar khawatir sekarang. Sepercik harapan mekar di hatinya.

“Hanabi?” panggil Hanzo, suaranya kecil seperti sedang berbisik. Ia tidak mau berharap tetapi ia tetap melakukannya, Hanzo hanya berharap Hanabi sudah melupakan perasaannya terhadap Hayabusa. Jika benar, Hanzo akan mulai mengejarnya, tidak peduli berapa lama waktu yang akan dibutuhkannya. 

Hanabi mendongak ke atas dan menopang dagu di meja. Dirinya tersenyum kecil dengan rona merah muda samar di wajahnya. Sesuatu dalam tatapan Hanabi membuat Hanzo meneguk ludah. 

“Aku tidak seterkejut itu tidak merasakan apa-apa seperti ini,” Hanabi melanjutkan. “Mungkin karena aku sudah tahu selama ini tetapi menolak untuk mengakuinya. Rasanya agak sayang , tahu, maksudku aku sudah menyukainya selama lebih dari 7 tahun … mungkin? Kurasa aku hanya belum siap untuk berhenti menyukainya, meskipun aku tahu perasaanku tak lagi sama dengan 7 tahun yang lalu.” 

Hanabi menyeringai kecil, rona di wajahnya semakin nampak. “Yah, karena aku sudah bilang seperti ini padamu, kurasa aku siap.” 

Jantung Hanzo berdebar kencang. Dari perkataan Hanabi sepertinya gadis itu tidak hanya berpaling dari Hayabusa, ada sesuatu yang lain yang dirasakannya. Bisakah Hanzo berharap lebih kali ini? 

 

 

“Hanzo, aku menyukaimu. Perasaan ini sudah ada selama ini dan aku baru mengakuinya sekarang.” Hanabi meraih setangkai bunga carnation—bunga yang jauh berbeda dengan bunga higanbana yang mewakili Hanabi tetapi juga sangat pantas untuknya, dan menyerahkannya kepada Hanzo. Wajahnya sudah hampir sewarna dengan bunga di tangannya. “Pasti menyebalkan terus mendengarkan mengenai Hayabusa dan Kagura selama 5 tahun ini, jadi bagaimana kalau kuubah hal itu dalam hubungan kita?”